ma wadda aka rabbuka wamaa qalaa artinya

MakaAllah 'azza wajalla menurunkan ayat: "WADLDLUHAA WALLAILI IDZAA SAJAA MAA WADDA'AKA RABBUKA WAMAA QALAA (Demi waktu Dluha. Dan demi waktu malam ketika tiba. Sesungguhnya Tuhan-mu tidaklah meninggalkanmu). (QS. Adhdhuha 1-3). Bab: Al-Qur'an turun dengan bahasa Quraisy dan Arab No. Hadist: 4601 Danifrit artinya yang selalu durhaka, baik dari golongan manusia maupun jin, seperti lafal zibniyyah, kelompok Zabaniyah." Bab Ke-11: Apabila Binatang Lepas dan Yang Mempunyai Masih Mengerjakan Shalat 'Wadhdhuhaa wal-laili idzaa sajaa. Maa wadda'aka Rabbuka wamaa qalaa.'" Bab Ke-5: Anjuran Nabi dengan Sangat untuk Mengerjakan Shalatullail Latin: Maa wadda’aka rabbuka wa maa qalaa (QS. Ad-Dhuha:3) Artinya : 3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Rabbana ma khalaqta hadza bathila artinya. Rabbana Ma Khalaqta Hadza Bathila Rabbana ma khalaqta hadza bathila merupakan penggalan dari surat Ali 'Imran ayat 191. Rabbana ma khala MakaAllah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wadh dhuhaa, Wallaili idzaa sajaa, Maa wadda’aka Rabbuka wamaa qalaa.” (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Muslim, Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahih,” Ahmad, Thayalisi, Ibnu Jarir, Al Humaidiy, dan Al Khathiib dalam Muwadhdhih Awhaamil Jam’i wat Tafriiq juz 2 hal. 22). Wamaaya'tiihim min nabii-yin ilaa kaanuu bihi yastahzi-uun(a) 008 ‬ ‫عوعرلحعمةة عرنب ع‬ Ahum yaqsimuuna rahmata rabbika nahnu qasamnaa bainahum ma'iisyatahum fiil hayaatiddunyaa warafa'naa ba'dhahum fauqa ba'dhin darajaatin liyattakhidza ba'dhuhum ba'dhan sukhrii-yan warahmatu rabbika khairun mimmaa yajma'uun(a Site De Rencontre Serieux Gratuit Sans Inscription. Sommaire Début 1Français Basculer la table des matières Définition, traduction, prononciation, anagramme et synonyme sur le dictionnaire libre Wiktionnaire. وَٱلضُّحَىٰ Arab-Latin Waḍ-ḍuḥāArtinya Demi waktu matahari sepenggalahan naik, Al-Lail 21 ✵ Ad-Dhuha 2 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangKandungan Mendalam Berkaitan Surat Ad-Dhuha Ayat 1 Paragraf di atas merupakan Surat Ad-Dhuha Ayat 1 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi kandungan mendalam dari ayat ini. Terdokumentasikan variasi penjelasan dari beragam ahli ilmu berkaitan makna surat Ad-Dhuha ayat 1, misalnya seperti berikut📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia1-3. Allah bersumpah dengan waktu dhuha,dan maksudnya adalah seluruh siang, Allah bersumpah Juga dengan malam yang membuat makhluk tenang dan kegelapannya pekat. Allah bersumpah dengan makhluk yang Dia kehendaki. sedangkan makhluk tidak boleh bersumpah dengan selain khaliknya,karena sumpah dengan selain Allah adalah syirik. Tuhanmu wahai nabi,tidak meninggalkanmu dan tidak marah kepadamu hanya karena menahan wahyu darimu.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram1. Allah bersumpah dengan permulaan siang.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah1-2. Demi waktu dhuha, yaitu ketika matahari telah meninggi; dan yang dimaksud adalah waktu siang seluruhnya karena Allah menyandingkan waktu dhuha dengan waktu malam dalam ayat 2 والليل إذا سجى. Kemudian Allah menegaskan sumpah-Nya dengan waktu malam ketika telah datang dan kegelapannya telah dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah1. وَالضُّحَىٰ Demi waktu matahari sepenggalahan naik Dhuha adalah sebutan bagi waktu saat matahari mulai naik.📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia1-2. Telah turun kepada Nabi cahaya dan ketentraman... Yaitu shalat dhuha dan shalat lail yang keduanya membawa kepada kebahagiaan dan ketentraman di dunia maupun di akhirat, dan keduanya adalah sebaik-baiknya obat untuk menghilangkan kegelisahan.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri SuriahKeutamaan surah Imam Syafi’I RA mengeraskan pengucapan takbir. Sesungguhnya dia mengucapkan Allahu Akbar saat membaca surah {Adh-Dhuha} dan akhir setiap surah setelahnya. 1-2. Aku bersumpah demi waktu meningginya matahari di permulaan siang. Sa’id bin Manshur Al-Faryabiy mengatakan dari Jundub yang berkata “Jibril telah melambatkan Nabi SAW, kemudian orang-orang musyrik berkata”Sungguh Muhammad telah ditinggalkan”. Dan demi malam yang ditempati manusia untuk istirahat, dan menutupi segala sesuatu dengan kegelapannyaMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahDemi waktu dhuha} Aku bersumpah permulaan siang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H1-3. Allah bersumpah dengan siang bila cahayanya mulai tersebar, yaitu waktu dhuha, dan juga dengan malam, “apabila telah sunyi,” dan gelap gulita, atas perhatian Allah terhadap RasulNya seraya berfirman, “Rabbmu tiada meninggalkan kamu,” yakni tidak meninggalkanmu sejak Dia memperhatikanmu dan tidak menelantarkanmu sejak memelihara dan merawatmu, tapi Dia senantiasa mendidikmu dengan pendidikan yang paling sempurna dan mengangkatmu satu derajat demi satu derajat, “dan tiada pula benci kepadamu,”maksudnya Allah tidaklah membencimu, sejak Dia mencintaimu, karena menafikan kebaikan sesuatu menunjukkan penegasan atas kebalikannya. Penafian semata bukanlah pujian kecuali bila penafian tersebut mengandung penegasan kesempurnaan. Inilah keadaan Rasulullah sebelum dan sesudahnya, yaitu kondisi yang paling sempurna. Kecintaan Allah padanya serta terus berlalunya cinta itu, senantiasa naiknya derajat kesempurnaan Rasulullah dan perhatian Allah pada beliau.📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah Komite Fatwa Majelis Ulama KSADalam surah ini Allah ﷻ menjelaskan bagaimana Dia menganugerahkan kepada Nabi-Nya ﷺ begitu banyak pemberian, pemberian yang merupakan kebaikan-kebaikan didunia dan kebaikan yang berlipat banyaknya di akhirat, karena beliau ﷺ adalah ciptaan Allah ﷻ yang paling mulia, dan dialah tuannya para anak adam pada hari kiamat, sebagaimana yang beliau sabdakan dalam sebuah hadits أنا سيد ولد آدم يوم القيامة وأول من ينشق عنه القبر وأول شافع وأول مشفع “Aku adalah penghulu pemimpin anak Adam pada hari kiamat, yang pertama dibangkitan dari kubur, yang pertama memberi syafa’at dan yang pertama diterima syafa’atnya.” [ Diriwayatkan oleh Imam Muslim 2278 , dari hadits Abu Hurairah -Radhiyallahu 'anhu- ] , dengan kemuliaan yang dimiliki oleh beliau Allah ﷻ bersumpah dengan { وَالضُّحَىٰ , وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ } , walaupun sebenarnya tanpa adanya sumpah yang dikhusus untuk Nabi ﷺ kemuliaan beliau tetaplah yang paling tinggi diantara makhluk lainnya, akan tetapi wujud sumpah ini untuk lebih meninggikan derajat kemuliaan Nabi ﷺ . Allah ﷻ berfirman { وَالضُّحَىٰ } Demi waktu dhuha Dan maksudnya adalah cahaya yang muncul pada siang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 Hوَالضُّحَى "Demi waktu dhuha" Adh-Dhuha adalah waktu awal siang hari, pada waktu tersebut ada sinar dan cahaya📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Ad-Dhuha ayat 1 1-2. Allah memulai surat ini dengan masalah keimanan. Allah berkata Bersumpahlah wahai Nabi Allah dengan waktu dhuha dan ia adalah awal waktu siang, ketika naik matahari, dan dengan malam jika telah gelap gulita malamnya dan tertutupi segala sesuatu yang nampak.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Jundub bin Sufyan ia berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah sakit sehingga tidak bangun selama dua atau tiga malam, lalu ada seorang wanita yang datang berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku berharap setanmu telah meninggalkanmu, karena aku tidak melihat dia mendekatimu sejak dua atau tiga malam.” Maka Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wadh dhuhaa—Wallaili idzaa sajaa—Maa wadda’aka Rabbuka wamaa qalaa.” Hadits ini diriwayatkan pula oleh Muslim, Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahih,” Ahmad, Thayalisi, Ibnu Jarir, Al Humaidiy, dan Al Khathiib dalam Muwadhdhih Awhaamil Jam’i wat Tafriiq juz 2 hal. 22. Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu malam ketika telah sunyi untuk menerangkan perhatian Dia kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ad-Dhuha Ayat 1Demi waktu duha ketika matahari naik sepenggalah, atau demi waktu siang seluruhnya. Penyebutan waktu duha mengisyaratkan bahwa tenggang waktu ketika nabi tidak menerima wahyu beberapa lama bagaikan malam yang gelap, sedangkan turunnya surah ini setelah itu bagaikan fajar yang menyingsing. 2. Dan demi malam apabila telah sunyi dan gelap. Ketika matahari bergeser ke tempat lain, belahan bumi yang ditinggalkannya beranjak tenang dan gelap, menjadi waktu yang tepat untuk dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah berbagai penjelasan dari beragam ulama berkaitan kandungan dan arti surat Ad-Dhuha ayat 1 arab-latin dan artinya, moga-moga membawa faidah untuk kita bersama. Support dakwah kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan Yang Tersering Dicari Ada banyak topik yang tersering dicari, seperti surat/ayat Az-Zumar 53, Al-Ma’idah 3, An-Nashr, Yusuf, An-Naziat, Al-Kahfi 1-10. Termasuk Al-Ashr, Al-Qari’ah, Bismillah, Quraisy, An-Nisa 59, Al-Lahab. Az-Zumar 53Al-Ma’idah 3An-NashrYusufAn-NaziatAl-Kahfi 1-10Al-AshrAl-Qari’ahBismillahQuraisyAn-Nisa 59Al-Lahab Pencarian surat al an'am ayat 70, surat at taubah ayat 60 beserta artinya, arti yasin ayat 82, terjemahan surat at takatsur, an aziat Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah 3. مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ maa wadda’aka rabbuka wamaa qalaa “Tuhanmu tidak meninggalkan engkau Muhammad dan tidak pula membencimu” Tafsir Surat Adh-Dhuha Ayat-3 Setelah Allah bersumpah dengan dhuha dan malam, Allah menyatakan dua pernyataan. Pernyataan pertama yaitu bahwa Allah tidak akan meninggalkan Nabi. Pernyataan kedua yaitu Allah juga tidak akan membenci beliau. Pada bagian pertama, Allah menggunakan kalimatرَبُّكَ Rabb-mu. Dan nama Allah Ar-Rabb mengandung sifat rububiyah dan tarbiyah. Seakan-akan Allah ingin menenangkan bahwa, “Wahai Muhammad, Rabb-mu lah yang telah mentarbiyah dan mendidik engkau dengan tarbiyah khusus, perhatian kepada engkau, maka Rabb-mu tidak mungkin meninggalkan engkau”. Tidak sebagaimana persangkaan Ummu Jamil istri Abu Lahab. As-Sa’di berkata مَا تَرَكَكَ مُنْذُ اعْتَنَى بِكَ، وَلاَ أَهْمَلَكَ مُنْذُ رَبَّاكَ وَرَعَاكَ، بَلْ لَمْ يَزَلْ يُرَبِّيْكَ أَحْسَنَ تَرْبِيَةٍ، وَيُعْلِيْكَ دَرَجَةً بَعْدَ دَرَجَةٍ “Allah tidak pernah meninggalkanmu sejak Allah perhatian terhadapmu, Allah tidak pernah melupakanmu sejak mentarbiahmu dan memperhatikanmu, bahkan senantiasa Allah mentarbiahmu dengan tarbiah yang terbaik, dan Allah meninggikan derajatmu setahap demi tahap” Tafsir As-Sa’di hal 928 Kemudian pada bagian kedua Allah menggunakan وَمَا قَلَىٰ yang maknanya وَمَا أَبْغَضَ. Pada bagian ini, Allah tidak menggunakan kata ganti untuk Nabi Muhammad sehingga menjadi وَمَا قَلَىٰكَ “Dan Allah tidak membencimu” tetapi Allah mengatakan وَمَا قَلَىٰ “Dan Allah tidak membenci”. Hal ini karena kalimat Allah membencimu’ itu berat didengar oleh Nabi. Meskipun yang dimaksudkan adalah tetap untuk Nabi. Dan tatkala dikatakan bahwasanya Rabb itu tidak membenci Nabi -yaitu Allah menafikan kebencianNya terhadap Nabi-. Dan sebagaimana diketahui dalam kaidah bahwasanya penafian semata tidaklah menunjukan pujian. Padahal maksud ayat ini adalah dalam rangka membela dan memuji Nabi shallallahu alaihi wasallam. Diantara kaedah dalam memahami sifat-sifat Allah yaitu tidak ada satu sifat yang dinafikan dari Allah kecuali melazimkan penetapan kesempurnaan sifat dari lawannya. Sebagaimana yang ada pada surat Al-Baqarah ketika Allah menafikan sifat kantuk pada diri-Nya. Allah berfirman لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ “Tidak mengantuk dan tidak tidur.” QS Al-Baqarah 255 Sehingga kita menetapkan kebalikannya. Jika Allah tidak ditimpa rasa kantuk, hal itu melazimkan Allah bersifat senantiasa terjaga dengan keterjagaan yang sempurna. Jadi, penafian saja tidak serta merta berkonsekuensi pujian kepada Allah, namun pujian kepada Allah adalah dengan menetapkan lawan dari yang dinafikan tersebut. Begitu pula pada ayat ini, Allah menafikan sifat benci kepada Nabi Muhammad dalam rangka memuji Nabi shallallahu alaihi wasallam, sehingga hal tersebut berkonsekuensi bahwa Allah mencintai Nabi shalallahu alaihi wasallam. Bahkan beliau dijuluki dengan Khalilur Rahman yaitu kekasih Allah subhanahu wata’ala. Dan tidak ada manusia yang lebih mulia di atas muka bumi ini dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Ma Wadda Aka Rabbuka Wamaa Qalaa Ma wadda aka rabbuka wamaa qalaa merupakan ayat ke tiga dari surat Ad-Dhuha. Lebih tepatnya adalah, "Maa wadda'aka rabbuka wa maa qalaa". Sedikit penjelasan tentang surat Ad-Dhuha, surat Ad-Dhuha merupakan surat Makkiyah atau surat yaNg diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Surat Ad Dhuha adalah surat ke 93 dalam Al-Qur'an dan terdiri atas 11 ayat, tepatnya pada Juz 30. Dinamakan Ad Dhuha karena diambil pada ayat pertama surat ini yang mempunyai arti waktu matahari sepenggalahan naik. Surat Ad-Dhuha menjelaskan tentang pemeliharaan Allah SWT terhadap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dengan cara yang tak putus-putusnya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam supaya mensyukuri segala wadda'aka rabbuka wa maa qalaa artinya, "Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepadamu." Maksud dari ayat tersebut adalah ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata, "Tuhannya Muhammad telah meninggalkannya dan benci kepadanya." Maka turunlah ayat tersebut untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu yaitu, "Tuhanmu tiada meninggalkan kamu Muhammad dan tiada pula benci kepadamu." Yakni Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidaklah meninggalkan Beliau dan membiarkannya sejak Dia mengurus dan mendidik Beliau dengan senantiasa mengurus dan mendidik Beliau dengan pendidikan sebaik-baiknya serta meninggikan Beliau sederajat demi sederajat. Yakni Dia tidak membencimu sejak Dia keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang dahulu dan yang sekarang; yakni keadaan yang paling sempurna; kecintaan Allah untuk Beliau dan tetap terus seperti itu serta diangkatnya Beliau kepada kesempurnaan, dan tetap terusnya mendapatkan perhatian dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Adapun keadaan Beliau pada masa mendatang, maka sebagaimana firman-Nya, "Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada permulaan."Ma Wadda Aka Rabbuka Wamaa QalaaMa wadda aka rabbuka wamaa qalaa merupakan ayat ke tiga dari surat Ad-Dhuha. Berikut ini merupakan surat Ad-Dhuha ayat ke tiga arab dan artinya مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰLatin Maa wadda'aka rabbuka wa maa qalaa QS. Ad-Dhuha1Artinya Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepadamu. QS. Ad-Dhuha1Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 3 Menurut Al-Muyassar/Kementerian Agama Saudi Arabia3. Rabbmu -wahai Rasul- tidak akan meninggalkanmu dan tidak pula memurkaimu sebagaimana ucapan orang-orang musyrik tatkala wahyu terputus Ad-Dhuha Arab dan Artinya Dan berikut ini merupakan surat Ad-Dhuha ayat 1 sampai 11 arab dan artinyaوَٱلضُّحَىٰLatin Wad-duhaa QS. Ad-Dhuha1Artinya 1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik. QS. Ad-Dhuha1وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰLatin Wal-laili iżaa sajaa QS. Ad-Dhuha2Artinya 2. dan demi malam apabila telah sunyi gelap, QS. Ad-Dhuha2مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰLatin Maa wadda’aka rabbuka wa maa qalaa QS. Ad-Dhuha3Artinya 3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepadamu. QS. Ad-Dhuha3وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰLatin Wa lal-aakhiratu khairul laka minal-ulaa QS. Ad-Dhuha4Artinya 4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang permulaan. QS. Ad-Dhuha4وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓLatin Wa lasaufa yu’tiika rabbuka fa tardaa QS. Ad-Dhuha5Artinya 5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu hati kamu menjadi puas. QS. Ad-Dhuha5أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰLatin A lam yajidka yatiiman fa aawaa QS. Ad-Dhuha6Artinya 6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? QS. Ad-Dhuha6وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰLatin Wa wajadaka daallan fa hadaa QS. Ad-Dhuha7Artinya 7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. QS. Ad-Dhuha7وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰLatin Wa wajadaka aa`ilan fa agnaa QS. Ad-Dhuha8Artinya 8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. QS. Ad-Dhuha8فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْLatin Fa ammal-yatīma fa laa taq-har QS. Ad-Dhuha9Artinya 9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. QS. Ad-Dhuha9وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْLatin Wa ammas-saa`ila fa laa tan-har QS. Ad-Dhuha10Artinya 10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. QS. Ad-Dhuha10وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْLatin Wa ammaa bini’mati rabbika fa haddis QS. Ad-Dhuha11Artinya 11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. QS. Ad-Dhuha11Itulah penjelasan tentang ma wadda aka rabukka wamaa qalaa yang ternyata merupakan ayat ketiga dari surat Ad-Dhuha. Sekian penjelasan kali ini, semoga bermanfaat. وَقَضَيْنَآ إِلَيْهِ ذَٰلِكَ ٱلْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَٰٓؤُلَآءِ مَقْطُوعٌ مُّصْبِحِينَ Arab-Latin Wa qaḍainā ilaihi żālikal-amra anna dābira hā`ulā`i maqṭụ'um muṣbiḥīnArtinya Dan telah Kami wahyukan kepadanya Luth perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh. Al-Hijr 65 ✵ Al-Hijr 67 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Berharga Terkait Surat Al-Hijr Ayat 66 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Hijr Ayat 66 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi pelajaran berharga dari ayat ini. Didapati variasi penjabaran dari banyak mufassir terhadap makna surat Al-Hijr ayat 66, antara lain seperti tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan Kami wahyukan kepada Luth, bahwa “ Kaummu akan di binasakan sehabis-habisnya sampai orang terakhir dari mereka, ketika waktu Shubuh tengah terbit.”📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram66. Kami memberitahu Lūṭ melalui wahyu perkara yang telah Kami tetapkan, bahwa kaumnya akan binasa total dengan diazab seluruhnya manakala waktu Subuh menjelang.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah66. Dan Kami wahyukan kepada Luth peristiwa menakutkan itu “Orang-orang berdosa dari kaummu akan dibinasakan semua tanpa terkecuali pada waktu terbit fajar.”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah66. وَقَضَيْنَآ إِلَيْهِ Dan telah Kami wahyukan kepadanya Yakni Kami wahyukan kepada Nabi Luth. ذٰلِكَ الْأَمْرَperkara itu Yakni tentang pembinasaan kaumnya. Kemudian diperjelas dengan firman-Nya أَنَّ دَابِرَ هٰٓؤُلَآءِ مَقْطُوعٌ مُّصْبِحِينَ أَنَّ دَابِرَ هٰٓؤُلَآءِ مَقْطُوعٌ مُّصْبِحِينَyaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh Yakni bahwa orang yang terakhir binasa dari mereka adalah pada waktu subuh.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah66. Kami telah wahyukan kepada Luth perkara itu, yaitu bahwa kaumnya akan ditumpas habis di waktu subuh, yaitu ditumpas semua📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahKami telah memberi wahyu} Kami telah memberi wahyu {kepadanya tentang keputusan itu bahwa akhir dari mereka adalah ditumpas habis pada waktu subuh} bahwa kaum itu akan ditumbangkan sampai habis pada waktu subuhMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H66. “dan telah kami wahyukan kepadanya luth“ maksudnya kami telah wahyukan kepadanya luth perkara itu” maksudnya kami telah menyampaikan kepadanya sebuah berita yang tidak ada duanya ”yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu shubuh” siksa akan mendatangi mereka di waktu shubuh, yang akan menimpa dan menghabisi mereka secara tuntas.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata وَقَضَيۡنَآ إِلَيۡهِ ذَٰلِكَ ٱلۡأَمۡرَ wa qadhainaa ilaihil amr “Dan Kami telah menetapkan kepadanya Luth keputusan itu.” Kami telah menetapkan perkara itu kepada Luth, dan Kami wahyukan kepadanya, anna daabira haaulaa maqthuu’um mushbihiin “dan akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.” Makna ayat Firman-Nya “dan teruskanlah berjalan sampai ke tempat yang diperintahkan kepadamu.” Rabb kalian memerintahkan kepada kalian, dan mereka telah diperintahkan untuk pergi ke Syam,firman-Nya “Dan Kami telah menetapkan kepadanya, bahwa mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.” Kami telah menetapkannya kepada Luth perkara itu, dan Kami wahyukan kepadanya “mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.” Mereka akan dimusnahkan hingga habis pada waktu subuh, hingga subuh datang lalu bumi mereka pun dijungkir-balikkan dan mereka pun binasa seluruhnya. Pelajaran dari ayat • Tidak boleh berbelas kasihan kepada orang-orang zalim yang binasa, berdasarkan firman-Nya “jangan ada di antara kalian yang menoleh.” Yaitu dengan hatinya.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hijr Ayat 66Allah menjelaskan pembinasaan atas kaum nabi lut sebagai berikut. Dan telah kami tetapkan kepadanya, yakni nabi lut, keputusan pembinasaan itu yang sungguh mengerikan. Kami telah memutuskan bahwa akhirnya mereka yang durhaka akan ditumpas habis pada waktu subuh. Tidak akan ada seorang pun dari mereka yang tersisa. Usai menggambarkan peristiwa yang akan terjadi pada kaum nabi lut, melalui ayat-ayat berikut Allah menceritakan suasana sebelum dialog antara nabi lut dengan para tamunya. Kaum nabi lut melihat ada pria-pria tampan yang bertamu ke rumah nabi lut. Dan datanglah sejumlah pendurhaka dari penduduk kota itu, yakni sodom yang menjadi tempat tinggal nabi lut, ke rumah lut dengan gembira dan berduyunduyun karena kedatangan para tamu tampan itu. Mereka datang untuk mengajak para tamu itu melakukan hubungan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangDemikianlah kumpulan penjelasan dari kalangan ulama tafsir berkaitan isi dan arti surat Al-Hijr ayat 66 arab-latin dan artinya, moga-moga bermanfaat bagi kita bersama. Bantu kemajuan kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan Bacaan Cukup Sering Dikaji Terdapat berbagai materi yang cukup sering dikaji, seperti surat/ayat Ali Imran 104, Al-Fatihah 7, Ali Imran 191, Al-Fatihah 1, Yasin 40, Al-A’raf. Ada pula Luqman 13-14, Yunus 41, Al-Fatihah 2, Assalaamualaikum, Al-Baqarah 284-286, Al-Baqarah 216. Ali Imran 104Al-Fatihah 7Ali Imran 191Al-Fatihah 1Yasin 40Al-A’rafLuqman 13-14Yunus 41Al-Fatihah 2AssalaamualaikumAl-Baqarah 284-286Al-Baqarah 216 Pencarian ma wadda aka rabbuka wamaa qalaa, alam taro kaifafa ala rabbuka, arti innama amruhu idza aroda syaian ayyakulalahu kun fayakun, arab alhamdulillahirobbil alamin, cara mengamalkan surat al waqiah ayat 35-38 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah

ma wadda aka rabbuka wamaa qalaa artinya