bagian bagian mesin tenun dan cara kerjanya

ApaItu Mesin Frais: Bagian Komponen, Jenis Serta Prinsip Kerjanya. 11 April, 2021 Mesin. Dalam dunia industri, terdapat banyak mesin yang digunakan untuk membantu kinerja dan produksi, baik untuk mempercepat waktu proses ataupun menyelesaikan suatu produk pada tahap finishing. Salah satu yang banyak digunakan adalah mesin frais atau milling Mesintersebut bisa digunakan untuk membentuk bidang datar yang rata, miring, siku, sejajar, melingkar, roda gigi, dan lain-lain. Bagian-bagian Mesin Frais. Mesin ini juga memiliki bagian-bagian yang cukup kompleks dalam proses pemotongan. Berikut bagian-bagian mesin Frais. Spindel Utama; Meja; Motor Drive; Transmisi; Knee; Tiang; Alas; Pengaturan ATM (alat tenun mesin) ATM adalah alat tenun mesin yang cara kerjanya sudah tidak manual.Alat ini menggunakan mesin dalam proses pertenunan kain. Media peluncur pakan ATM : o ATM teropong (shutle) o ATM Shuttle less : rapier,air jet,water jet,projectil Pada ATM,pengikatan gun/corak ada 3 yaitu : 1. Tappet cam 2. Dobby 3. PengertianUPS, Fungsi, Bagian bagian dan Cara Kerjanya. January 19, 2022 November 14, 2017 by admin. Untuk mesin-mesin tertentu yang sangat sensitif, jeda waktu tersebut dapat mengganggu kinerja mesin dan yang paling fatal dapat menyebabkan mesin ter-restart. 3. UPS LINE INTERACTIVE oversizehonda supra x125 cegah suara ngelitik. belajar dan mengenal fungsi dan komponen atau bagian mesin. d1j3 belajar servis tv dan mengenal bagian tv. dadan ramdani otomotif nama nama komponen overhaul mobil. nama nama bagian mesin rx king cara modifikasi com. injection plastik bagian bagian injection machine. analisa gejala suara mesin Site De Rencontre Serieux Gratuit Sans Inscription. Pada industri tekstil, mesin tenun adalah mesin yang paling utama untuk menghasilkan suatu produk di dalam perusahaan tekstil itu sendiri. Mesin tenun adalah mesin yang digunakan untuk menganyam benang-benang lusi dan pakan sehingga menjadi sebuah kain, dimana kain tersebut kemudian diolah untuk dijadikan berbagai ini perkembangan teknologi mesin tenun sangatlah pesat, di Indonesia sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang menggunakan berbagai macam jenis mesin tenun, diantaranya adalah mesin tenun shuttle, mesin tenun AJL atau Air Jet Loom, mesin tenun WJL atau Water Jet Loom dan masih banyak lagi. Dari berbagai jenis mesin-mesin tersebut cara penggunaannya pun juga berbeda, yang membedakannya dari tiap mesin adalah pada pergerakannya dan juga peluncuran pakannya, namun untuk dari dasar gerakan pokokya tetaplah sama. Apa itu gerakan pokok pada masin tenun? Berikut 5 bagian gerakan pokok pada mesin tenunPembentukan mulut lusi shedding motionPembentukan mulut lusi adalah pembentukan celah-celah benang lusi yang telah diatur oleh alat tenun, celah-celah dari benang lusi tersebut dibuat dengan cara sebagian lusi diangkat ke atas, sedangkan sebagian lagi diturunkn kebawah atau juga dapat diam ditempatPeluncuran benang pakan picking motionDalam peluncuran benang pakan ini bertujuan untuk meletakkan atau memasukkan benang pakan kedalam mulut lusi sehingga benang lusi dengan benang pakan dapat saling menyilang membentuk suatu anyamanPengetekan beating motionPengetekan adalah proses merapatkan pakan yang baru saja diluncurkan sebelumnya, yang sebelumnya telah membentuk suatu silangan dengan benang lusiPenggulungan kain take up motionTake up motion atau penggulungan kain yang bertujuan untuk menggulung kain, jadi pada saat terjadi pengetekan maka secara otomatis kain akan bergerak maju sedikit demi sedikit kemudian kain tersebut akan tergulung sedikit demi sedikit juga sesuai dengan anyaman yang terjadiPenguluran benang lusi late off motionPenguluran benang lusi bertujuan untuk mengulur benang lusi dari gulungan sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan untuk proses pembentukan mulut lusi untuk membentuk penyilangan kelima bagian gerakan pokok mesin tenun yang wajib ada pada mesin tenun untuk dapat menghasilkan suatu kain. Apabila ingin menghasilkan kain dengan kualitas yang baik, maka ke lima gerakan pokok tersebut haruslah berjalan dengan gerakan yang saling berurutan dan berulang terus dengan settingan mesin yang sudah sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan. Demikian pembahasan mengenai 5 bagian gerakan mesin tenun pada industri tekstil, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda. Bagian-bagian Pokok Pada Mesin Tenun - Di artikel kali ini kita akan membahas bagian-bagian pokok pada mesin tenun. Dalam industri tekstil mesin tenun sangatlah penting sekali, karena untuk membuat anyaman dari benang lusi dan pakan sehingga menjadi kain. Mesin tenun terdapat banyak jenisnya diantaranya mesin tenun Shuttle, mesin tenun AJL Air Jet Loom, mesin tenun WJL Water Jet Loom dan masih banyak lagi. Mesin tersebut perbedaannya hanya pada penggerak dan peluncuran pakannya saja. Pada dasarnya gerakan pokok dan bagian pokok pada mesin sama saja. Baca juga 5 Gerakan Pokok Pada Mesin Tenun Bagian-bagian Pokok Pada Mesin Tenun Sesuai dengan gerakan pokok, maka alat tenun dapat dibagi menjadi bagian-bagian pokok, yaitu 1. Bagian Pembentukan Mulut Lusi Pada Pembentukan mulut lusi yang dimaksud adalah untuk membentuk celah-celah benang lusi yang telah diatur diatas alat yang disebut mulut lusi ini diperoleh karena sebagian benang-benang lusi diangkat ke atas, sedang sebagian lagi ditarik turun ke bawah atau dian ditempat. Bagian pembentukan mulut lusi bagian ini antara lain terdiri dari Gun. Alat pembawa dan pengatur benang lusi agar dapat membentuk mulut lusi yang sesuai dengan rencana anyaman umumnya dibuat dari kawat/plat tipis ditengah nya dibuat lubang untuk mencucukan benang lusi yang disebut mata gun. Rangka Gun. Tempat/kedudukan dimana gun dipasangkan. Dibuat dari kayu/logam ringan misalnya aluminium. Alat Penggerak Gun. Alat yang kerjanya menarik rangka gun keatas/kebawah agar benang-benang lusi yang dicucukan pada gun dapat membentuk mulut lusi. Macam-macam nya Rol kerekan dan eksentrik dalam eksentrik luar dobi jacquard 2. Bagian Puluncur Pakan Pada peluncuran pakan ini tujuannya untuk meletakkan benang pakan ke dalam mulut lusi. Bagian-bagian ini antara lain terdiri dari Teropong. Alat pembawa palet pada waktu terjadi peluncur benang pakan menembus mulut lusi,bentuk dan besarnya teropong harus sedemikian rupa sehingga menembus mulut lusi dengan baik. Dibuat dari bahan ringan tapi kuat. Peralatan Pukulan. Terjadi pada alat tenun yang teropongnya tidak langsung digerakkan oleh tangan yang termasuk peralatan ini adalah picker dan stang penarik tali picker. Pemukul/picker bila menggunakan teropong Batang peluncur Hembusan angin/semprotan air di mesin tenun air jet loom dan water jet loom. 3. Bagian Pengetekan. Pada pengetekan ini bertujuan untuk merapatkan benang-benang pakan yang berada dalam mulut lusi ke dekat benang-benang pakan yang telah terdahulu teranyam dengan benang lusinya hingga berbentuk anyaman. Bagian-bagian ini antara lain terdiri dari Sisir Tenun. Alat untuk merapatkan benang pakan agar benang-benang lusi yang dicucukan ke dalam sisir tidak dapat keluar/bergeser dari lubangnya macam sisir ditentukan oleh nomer dan lebarnya. Alat Penggerak. Untuk merapatkan benang pakan yang baru diluncurkan ke pada benang sebelumnya. 4. Bagian Penggulung Kain. Penggulungan kain ini bertujuan untuk menggulung kain setiap saat,sehingga setiap pengetekan kain maju ke depan untuk seterusnya digulung pada lilitan kain dan menggulung kain sedikit demi sedikit sesuai dengan anyaman yang telah terjadi. Bagian penggulung kain antara lain Rol Penggulung Kain. Sebuah batang yang panjang dan bulat yang digunakan untuk menggulung kain padaa alat tenun. Penggerak Gulungan Kain. 5. Bagian Penguluran Lusi Penguluran lusi ini bertujuan untuk mengatur lusi dan lalatan lusi diatur sedemikian,sehingga panjang penguluran lusi selalu sesuai dengan panjang lain yang digulung,sehingga diperoleh keseimbangan dengan tegangan lusi yang tetap. Pengaturan penguluran benang lusi dilaksanakan dengan Pengereman. Alat pengatur penguluran lusi yang bekerja secara pasif dan dilaksanakan dengan tali,rantai,ban,balok dan sebagainya. Regulator Lusi. Sistem ini dibagi lagi menjadi regulator lusi negatif dan regulator lusi positif. Jadi itulah bagian-bagian pokok alat tenun yang menggerakkan 5 gerakan pokok pada mesin tenun. Dalam industri tekstil bagian-bagian dari alat tenun tersebut harus ada agar proses pertenunan dapat dilaksanakan dengan baik. Semoga bermanfaat artikel kali ini, sekian dan terima kasih. Dari alur proses produksi tenun yang di jelaskan secara utuh, sekarang penjelasan akan fokuskan hanya pada nomor 8 yaitu Loom Machine atau Mesin tenun. Loom Machine atau Mesin Tenun merupakan mesin yang bertujuan untuk menganyam antara benang lusi dengan benang pakan agar menjadi kain mentah. Benang pakan ini akan disisipkan diantara benang-benang lusi yang akan terjadi anyaman dan menjadi kain. Lusi lungsin, lusi adalah benang bahan pembuat kain yang arah gerakannya menuju ke arah kita saat berada di depan mesin tenun. Benang lusi ini nanti akan dikatakan sebagai sisi panjang dari kain. Kata ”lungsin” dalam kamus bahasa Indonesia-Inggris berarti “warp”, sedangkan kata ”warp” itu sendiri dalam kamus Inggris-Indonesia berarti “melengkung”. Jadi istilah ”melengkung”, ”lungsin lusi” dan ”warp” dapat dikaitkan. Istilah tersebut dapat dikaitkan karena sisi panjang kain nantinya akan dibentuk menjadi sebuah gulungan kain dan gulungan kain itu yang berbentuk melengkung. Pakan weft adalah benang bahan pembuat kain yang arah gerakannya sejajar dengan kita saat berada di depan mesin tenun tersebut. Benang pakan ini terkadang juga disebut benang pengisi. Dikatakan dengan benang pengisi karena benang ini akan mengisi diantara benang lusi lungsin secara menyilang. Kata ”pakan”, dalam istilah industri textile bernama ”weft”, dalam bahasa Inggris berarti ”woof”. Nama lain untuk benang pakan adalah pick. Selain itu juga terdapat beberapa istilah yang ada dalam mesin tenun yang sering dipergunakan serta harus diperhatikan dalam proses menenun atau weaving, antara lain adalah sebagai berikut 1. Timing Dasar kata timing ini adalah ”time” yang berarti waktu. Arti timing dalam pengetahuan secara umum dapat disimpulkan sebagai ”waktu yang tepat untuk melakukan suatu kegiatan tertentu”. Begitu pula dalam kegiatan menenun dengan menggunakan mesin yang memakai tenaga pneumatik. Timing ini digunakan untuk melakukan kegiatan seperti melemparkan benang pakan, memotong benang pakan dan sebagainya. Tujuan dari penggunaan timing pada mesin tenun ini adalah agar anyaman yang dihasilkan dapat sempurna dan tidak terjadinya pemborosan dalam pemakaian udara bertekanan dan energi listrik. Timing ini berguna menunjukkan beberapa hal yang penting, yaitu a. Penunjukkan sudut dan lama waktu dimana nozzle mengeluarkan udara bertekanan. Selain itu juga untuk penunjukkan sudut dan lama waktu solenoid pin untuk melepaskan benang pakan untuk proses memenun. b. Penunjukkan sudut ketika benang pakan mulai menyisip dan keluar pada benang lusi. c. Penunjukkan sudut gunting mulai dan lama waktu memotong benang pakan yang telah di lemparkan. Timing ini beupa angka-angka yang menunjukkan waktu dan lama peralatan tersebut beroperasi. Angka-angka ini mempunyai satuan yaitu derajat ° dalam sudut, sebab angka-angka ini berdasarkan putaran dari motor listrik. Jumlah putaran dari motor listrik ini juga sangat berpengaruh pada lamanya peralatan di dalam mesin tenun beroperasi. Jadi yang menentukan waktu dan lama sudut tersebut beroperasi adalah motor listrik, tetapi untuk mempernudahkan dalam perawatan, pengecekan dan lain sebagainya, maka penunjukkan sudut tersebut ditunjukkan dengan sebuah benda yaitu crank angle. 2. Crank Angle Crank Angle ini berbentuk mirip seperti piring makan tetapi dengan diameter 0,3 meter 30 cm. Pada sisi bagian luar terdapat angka-angka yang menunjukkan sudut. Fungsi dari crank angle ini adalah sebagai alat penunjuk sudut putaran pada mesin. 3. Pakan masuk dan pakan keluar Pakan masuk disebut juga dengan insertion. insertion adalah sudut awal benang pakan mulai dilemparkan. Pada mesin tenun, insertion ini telah diatur dengan sudut 95°. Sudut ini berlaku untuk semua jenis benang pakan. Pakan keluar disebut juga arrival set. Arrival set ini merupakan sudut yang seharusnya dimana benang pakan mulai keluar dari benang lusi yang terakhir. Sudut kedatangan ini sebenarnya sudah diatur yaitu 225° tetapi pada keadaan aktual dilapangan, sudut kedatangan lebih dari yang semestinya. Kondisi ini dapat terjadi dikarenakan kerapatan benang lusi lungsin yang terkadang menjadi faktor penghambat. 4. Densitas Kain mentah atau grey merupakan hasil dari anyaman antara benang lusi dan benang pakan. Deretan dari benang pakan maupun benang lusi juga mempunyai kerapatan atau densitas antara benang yang satu dengan benang yang lain. Dalam ilmu fisika densitas mempunyai satuan kg/m3, akan tetapi dalam persoalan dalam mesin tenun ini, densitas juga mempunyai satuan tetapi berbeda yaitu per inchi2 lebih tepatnya helai/inchi2. Dikatakan demikian karena 1 inchi2 terdapat sejumlah benang lusi dan sejumlah benang pakan. Sebagai contoh, densitas yang tercantum dalam mesin tenun adalah 110 x 55, maka ini berarti dalam 1 inchi2 terdapat 110 helai benang lusi dan 55 helai benang pakan. Sebelum membahas mengenai sistem pneumatik pada mesin tenun, akan dijelaskan sedikit bagian dari mesin tenun. Untuk gambar dari mesin tenun yang akan diteliti dapat di lihat pada Gambar Mesin Tenun. FDP Drum dan mesin tenun ini sendiri merupakan satu kesatuan karena mesin tenun tanpa FDP Drum tidak akan dapat bekerja dengan sempurna dan jika FDP Drum tanpa mesin tenun, alat ini tidak akan berguna. Mesin tenun ini menggunakan penggerak utama berupa motor listrik dan diteruskan dengan menggunakan belt dan puli. Penggerak mesin tenun ini dapat di lihat pada Gambar Penggerak mesin tenun Gambar pada halaman sebelumnya menunjukkan jalur pneumatik mesin tenun dari awal udara bertekanan masuk menuju mesin, pengaturan udara bertekanan sampai keluar untuk dipergunakan sebagai alat bantu penganyaman. Untuk penjelasan dari bagian-bagian pada jalur pneumatik, akan dijelaskan sebagai berikut 1. Katup Bola Ball valve Berfungsi untuk membuka atau menutup aliran udara bertekanan yang masuk kedalam mesin tenun secara manual. Untuk menjelaskan keterangan diatas, dapat dilihat pada Gambar Ball valve, Air filter, dan Micro aerator. 2. Filter Udara Air filter Berfungsi untuk mengurangi atau mengilangkan debu dan kandungan air yang berada didalam udara bertekanan agar benang tidak terlalu lembab. Untuk menjelaskan keterangan diatas, dapat dilihat pada Gambar Ball valve, Air filter, dan Micro aerator. 3. Micro-aerator Berfungsi untuk mengurangi kadar oli yang terdapat di udara bertekanan agar udara yang dihasilkan lebih kering. Untuk menjelaskan keterangan diatas, dapat dilihat pada Gambar Ball valve, Air filter, dan Micro aerator. Gambar Ball valve, Air filter, dan Micro aerator 4. Kotak regulator Regulator box Berfungsi untuk mengatur tekanan udara yang akan dialirkan kedalam mesin tenun. Pada kotak regulator terdapat simbol-simbol untuk pengaturan udara bertekanan. Gambar Regulator box dapat sedikit membantu untuk memperjelas maksud simbol dari kotak regulator. Untuk simbol dan keterangan tersebut dapat dilihat pada Tabel Simbol regulator box. Tabel Simbol regulator box Simbol Arti Keterangan M Main Nozzle Pengaturan udara bertekanan pada main nozzle. S Sub Nozzle Pengaturan udara bertekanan pada sub nozzle. C Cutting Blow Pengaturan udara bertekanan pada cutting blow. J Constant Jet Pengaturan udara bertekanan pada constant jet. Didalam kotak regulator juga terdapat huruf P yang berarti plug. Ini merupakan tempat pengukur tekanan perssure gauge ditancapkan untuk mengetahui tekanan yang akan digunakan. Sebagai pengaturnya yaitu dengan memutar kran yang terdapat simbol-simbol tersebut. Untuk menjelaskan arti plug pada setiap simbol di kotak regulator, dapat dilihat pada Tabel Simbol plug pada kotak regulator Tabel Simbol plug pada kotak regulator Simbol Arti M1P udara akan dialirkan menuju Main Tank 1 M2P udara akan dialirkan menuju Main Tank 2 S1P udara akan dialirkan menuju Sub Tank1 S2P udara akan dialirkan menuju Sub Tank2 C1P udara akan dialirkan menuju Cutting Blow 1 C2P udara akan dialirkan menuju Cutting Blow 2 J1P udara akan dialirkan menuju J. Stop valve 1 J2P udara akan dialirkan menuju J. Stop valve 2 Gambar Regulator Box 5. Tangki Pendukung Sub tank Berfungsi untuk tempat penyimpanan udara bertekanan sementara sebelum di distribusikan ke nosel pendukung sub nozzle dan aliran untuk pemotongan serta aliran konstan jet constantt. Selain itu agar udara bertekanan yang akan dipergunakan lebih stabil. Tangki Pendukung ini berbentuk silinder yang terletak pada bagian bawah mesin tenun, dekat dengan lantai Untuk membantu menjelaskan penjelasan di atas, dapat dilihat Gambar Main tank dan Sub tank. 6. Tangki Utama Main tank Berfungsi untuk tempat penyimpanan udara bertekanan sementara sebelum di distribusikan ke main nozzle. Selain itu agar udara bertekanan yang akan dipergunakan lebih stabil. Bentuk dan letak dari main nozzle ini adalah sama seperti pada sub tank. Main Tank 1 Sub Tank 2 Sub Tank 1 Gambar Main tank dan Sub tank 7. Katup untuk nosel utama valve for main nozzle Merupakan katup yang kerjanya menggunakan aliran listrik solenoid yang mana katup ini berfungsi mengatur waktu udara bertekanan untuk mengalir ke nosel utama. Pada rangkaian ini terdapat katup cek check valve yang berfungsi untuk mengalirkan udara bertekanan tetapi aliran udara tersebut tidak dapat berbalik arah menuju ke sumber udara bertekanan. Untuk membantu memahami penjelasan diatas, lihat Gambar Solenoid untuk main nozzle. Gambar Solenoid untuk main nozzle 8. Katup untuk aliran pemotongan valve for cutting blow Merupakan katup yang kerjanya menggunakan aliran listrik solenoid yang mana katup ini berfungsi mengatur waktu udara bertekanan untuk mengalir ke nosel utama. Gambar solenoid untuk aliran pemotongan ditunjukkan oleh Gambar Solenoid untuk cutting blow. Kerja dari katup ini adalah setelah katup untuk nosel utama berhenti melakukan kerja. 9. Katup untuk aliran konstan stop valve for jet constant Fungsinya sama dengan katup bola yaitu untuk membuka atau menutup aliran udara bertekanan. Beda dengan katup bola, katup ini bekerja menggunaka aliran listrik. Jika pada katup untuk nosel utama dan katup untuk aliran pemotong, guna solenoid adalah untuk mengatur waktu aliran udara mengalir, sedangkan pada katup untuk aliran konstan, solenoid akan selalu mengalirkan aliran udara selama mesin tenun dialiri listrik, jika tidak ada aliran listrik pada mesin tenun, maka solenoid ini akan menutup. Jadi jika ada perawatan mesin yang memakan waktu yang lama, maka katup bola yang terdapat diluar mesin akan di posisikan tertutup. Gambar solenoid untuk jet constant ditunjukkan pada gambar Gambar Solenoid untuk jet constant 10. Katup untuk nosel pendukung valve for sub nozzle Merupakan katup dengan menggunakan aliran listrik solenoid yang berfungsi untuk mengatur udara bertekanan yang akan dialirkan ke sub nozzle. Pada mesin tenun yang diamati, terdapat sedikit perbedaan antara gambar diatas dengan kondisi lapangan pada valve for sub nozzle yang terakhir. Katup terakhir ini juga digunakan juga untuk stretch nozzle. Untuk memjelas pengertian valve for sub nozzle, ditunjukkan oleh Gambar Solenoid untuk sub nozzle Gambar Solenoid untuk sub nozzle 11. Button for Threading Weft Berfungsi untuk mengalirkan udara ke dalam pipa yang berada didalam FDP Drum yang bertujuan untuk menarik benang pakan masuk kedalam FDP Drum. Mengaktifkan alat ini dengan cara menekan tombol yang berada didekat FDP Drum. 12. FDP Drum Bagian ini merupakan bagian persiapan untuk benang pakan yang akan ditembakkan melalui main nozzle. Benang pakan akan dimasukkan melalui bagian belakang belakang FDP Drum menggunakan miniature valve. Pada FDP Drum terdapat motor listrik yang berguna untuk memutarkan pipa yang terdapat didalam FDP Drum. Pipa ini yang akan mengarahkan benang pakan untuk menuju ke bagian dapan FDP Drum untuk di tempatkan secara melingkar agar pada waktu proses menenun lebih mudah. Pada begian depan FDP Drum terdapat alat untuk melepas benang pakan agar benang dapat tertarik kedalam nozzle dan terjadi penganyaman. Alat ini dinamakan solenoid pin. Untuk memperjelas pengertian diatas, lihat Gambar FDP Drum Gambar FDP Drum 13. Nosel Utama Main nozzle Berfungsi untuk tempat melemparkan benang pakan yang akan dianyam oleh mesin tenun. Pada main nozzle ini terdapat dua bagian yaitu pemandu benang thread guide dan pipa nosel nozzle pipe. Pemandu benang ini adalah alat yang berfungsi untuk mengarahkan aliran udara menuju ke bagian depan dari nosel utama, sedangkan pipa nosel berfungsi untuk neneruskan aliran udara yang menuju ke bagian depan nosel utama. Untuk lebih memperjelas kalimat diatas, lihat Gambar Bagian nosel utama dan Gambar Nosel utama. Gambar Bagian nosel utama Gambar Nosel utama 14. Nosel Pendukung Sub nozzle Nosel Pendukung, yang ditunjukkan pada gambar adalah sebuah komponen dari mesin tenun yang berfungsi untuk meniupkan udara bertekanan ke alur sisir yang ada di sepanjang sisir. Digunakannya nosel pendukung di sepanjang sisir ini bertujuan agar kecepatan benang pakan yang ditembakkan dari nosel utama agar selalu tetap. 15. Nosel Pemotong Stretch nozzle . Nosel Pemotong sebenarnya adalah sebuah nosel pendukung yang mempunyai sedikit perbedaan fungsi dengan penjelasan nosel pendukung pada . Nosel Pemotong ini berfungsi untuk menahan benang pakan agar tidak kendur selama dalam proses penganyaman. Selain itu juga untuk mengurangi kecepatan dai benang pakan. Diantara Nosel pemotong terdapat dua buah sensor yang dinamakan Feeler H1 dan Feeler H2. Feeler H1 dan Feeler H2 merupakan suatu sensor benda. Feeler ini dipergunakan dalam mesin tenun bertujuan untuk mendeteksi saat benang pakan melewat. Jika dalam satu siklus, sensor tidak mendeteksi benang pakan yang lewat atau kedua sensor mendeteksi benang pakan yang lewat maka mesin tenun akan berhenti beroperasi. Cara Kerja Mesin JahitSejarah mencatat bahwa awal mula mesin jahit masuk ke Indonesia yakni bersamaan ketika Belanda menjajah negeri ini. Sebagian besar merek mesin jahit yang beredaar saat itu yakni merek singer. Merek mesin jahit tersebut berasal dari nama penemunya yakni Isaac Meritt Meritt Singer melakukan sebuah inovasi teknologi mesin jahit yang awalnya hanya menggunakan tangan, kemudian mengkonversi putaran dari engkol itu mesin jahit hanya terdapat di rumah-rumah masyarakat priyayi dan menjadi sebuah simbol kekayaan. Bahkan kemampuan menjahit merupakan sebuah kemampuan yang prestige kala itu dan hanya diajarkan di sekolah-sekolah kemajuan teknologi konversi energi, mesin jahit sudah menggunakan energi penggerak berupa motor itu Mesin JahitMesin jahit merupakan sebuah alat yang memiliki fungsi untuk menyambungkan dua ruas kain menjadi satu kesatuan. Meskipun terlihat sederhana, mesin jahit memiliki cara kerja yang cukup rumit. Sampai tahun 1970-an, sebagian besar mesin jahit sepenuhnya menggunakan teknologi mekanis. Perkembangan inovasi teknologi bidang elektronika juga mendorong perkembangan teknologi mesin jahit. Hingga pada akhirnya hampir semua mesin jahit modern saat ini menggunakan tenaga motor mesin jahit juga terintegrasi dengan microchip yang memungkinkan untuk membuat pola-pola jahitan yang rumit. Seluruh proses dapat dengan mudah dikendalikan dengan sentuhan tombol pada teknologi juga memungkinkan mesin jahit memiliki beberapa jarum, contohnya mesin jahit double needle yang memiliki dua buah jarum. Pada teknologi mesin jahit ini juga dilengkapi sensor dan display elektronik untuk melakukan pengaturan jahit double needleBahkan untuk skala industri garmen, mesin jahit sudah menggunakan teknologi komputer yang memungkinkan pola jahitan diatur oleh pengkodean. Konsep cara kerja mesin jahit pada industri garmen hampir mirip dengan cara kerja mesin Bagian Mesin JahitHingga saat ini, mesin jahit memiliki berbagai tipe, merek, bentuk serta spesifikasi yang berbeda-beda. Oleh karena itu pada artikel ini, kami akan memilih mesin jahit paling umum di pasaran untuk mempelajari bagian-bagian serta fungsi mesin bagian Mesin JahitNeedle ThreaderMerupakan sebuah komponen yang memiliki fungsi sebagai rumah benang pada mesin jahit. Needle threader menggunakan skema kuncian mur untuk menggenggam jarum secara erat saat naik dan LED LightKetika menjahit, lampu yang menerangi meja kerja tidaklah cukup karena bagian titik penjahitan terhalang oleh lengan mesin jahit sehingga dibutuhkan tambahan pencahayaan melalui lampu CutterPada bagian ujung lengan mesin jahit terdapat sebuah pisau runcing yang memiliki fungsi untuk memotong Set BobbinBobbin merupakan sebuah rumah benang pengunci yang terletak tepat pada bagian bawah jarum Control DialTegangan sebuah benang pada mesin jahit dapat diatur sedemikian rupa menyesuaikan jenis kain serta kekuatan jarum jahit. Mekanisme tegangan tersebut diatur oleh upper-tension control Bobbin Winding SystemBobbin memiliki kapasitas benang terbatas, sehingga memerlukan pengisian yang lebih sering. Pada beberapa mesin jahit terdapat sebuah batang untuk membantu melakukan pengisian benang bobbin secara cepat. Tuas tersebut dikenal dengan istilah fast bobbi winding ButtonPada mesin jahit terdapat tombol untuk menyalakan dan mematikan seperti halnya pada komponen elektronik lainnya. Pada mesin jahit, komponen tersebut diatur melalui tombol start/stop ScreenPada mesin jahit modern terdapat LCD yang memberikan informasi terkait tension/tegangan benang, jarak stitch jahitan serta mode kuncian bobbin. Selain LCD Screen, pada mesin jahit juga dilengkapi lampu beep untuk memberikan sinyal jika terjadi error seperti jarum Stitch SelectionPada mesin jahit konvensional, jarak stitch benang diatur melalui tuas putar. Sedangkan pada mesin jahit modern, kita cukup menekan tombol untuk mengatur jarak stitch Speed ControllerBerbeda dengan mesin jahit industri garmen yang kecepatan jahitannya diatur berdasarkan injakan gas, pada mesin jahit rumahan seperti pada gambar diatas, kecepatan jahit diatur melalui tombol Stitch ButtonKita mengenal kuncian jahitan dengan melakukan gerakan jahit maju mundur pada ujung jahitan. Proses kuncian jahitan ini dapat dilakukan dengan menekan tombol reversi stitch button pada mesin Kerja Mesin JahitSebuah mesin jahit memiliki cara kerja yang cukup unik karena dibagi menjadi beberapa mekanisme. Mekanisme pertama yakni terkait cara kerja jarum pada mesin jahit. Selanjutnya untuk bagian kedua yakni terkait cara kerja bobin pada mesin jahit. Kemudian yang ketiga terkait mekanisme cara kerja stitch pada mesin gambar animasi diatas menggambarkan ketiga mekanisme dalam yang saling berhubungan satu sama lainMekanisme Cara Kerja Jarum pada Mesin JahitJarum pada mesin jahit dapat bergerak naik turun akibat adanya konversi energi putar pada poros mesin jahit. Konsepnya mirip seperti cara kerja katup pada mesin Bobbin pada Mesin JahitBobbin merupakan sebuah komponen pada mesin jahit yang memiliki fungsi sebagai rumah benang kuncian. Panjang benang setiap bobbin sangatlah terbatas, sehingga operator harus sering memperhatikan benang yang tersisa pada rumah industri garmen, kita mengenal defect / cacat produksi benang putus akibat dari habisnya benang kuncian pada rumah bobbin sehingga menyebabkan benang jahitan tidak perkembangan teknologi, saat ini terdapat sensor untuk mendeteksi benang yang tersisa pada rumah bobbin. Sehingga defect / cacat produksi benang putus dapat dicegah dengan melakukan pengisian benang pada rumah Stitch pada Mesin JahitPada mesin jahit, bobbin memiliki kecepatan putar yang melebihi torsi naik turun pada jarum. Hal ini dikarenakan bobbin memiliki fungsi untuk membuat kuncian pada ruas kain bagian bawah. Sehingga bobbin juga membutuhkan pasokan benang yang cukup untuk Mesin Jahit Kami merekomendasikan mesin jahit portable yang dapat Anda beli di Toko Online Macam-Macam Mesin Tenun AIR JET LOOM Mesin tenun ini terus dikembangkan karena mempunyai kecepatan tinggi, mudah pengoperasiannya. Sistem peluncuran benang pakan di mesin ini menggunakan angin bertekanan air jet sebagai media pembawanya. Angin dari kompresor di saring kebersihannya, kemudian masuk pengatur tekanan angin regulator, terus disalurkan melalui main nozzle bersama benang pakan, sehingga benang pakan dapat menyisip kemulut lusi dari ujung kiri ke ujung kanan kain. Angin yang ada tidak ditembakkan secara terus-menerus, tetapi diatur secara elektronik valve saat terjadi penyisipan benang pakannya. Besar kecilnya tekanan angin diatur sesuai ketentuan agar didapat suatu keseimbangan antara benang pakan sampai keujung kain, tetapi tidak merusak atau memutuskan benang pakan tersebut. Besar kecilnya tekanan angin tergantung dari beberapa hal seperti Benang pakan semakin besar, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin. Kecepatan mesin rpm semakin tinggi, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin. Kain semakin lebar, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin. Semakin tinggi daya tarik mulur benang pakan, semakin tinggi pula kebutuhan tekanan anginnya. Pengaturan sudut pembukaan semakin pendek, tekanan angin semakin besar. Keterangan gambar 10 A. Cones benang B. Feeder drum C. Pin feeder drum D. Main nozzle E. Gunting pemotong benang pakan. F. Sub nozzle G. Sisir H. Solenoid valve I. Sensor pendeteksi benang pakan sampai kepinggir kain J. Sensor pendeteksi benang pakan terlalu panjang K. Selang angin Cara kerja peluncuran benang pakan Benang pakan masuk lubang di Feeder drum sebagai pengatur panjang benang pakan selebar kain dan penyuap ke Main nozzle. Di main nozzle benang diberi tekanan angin agar dapat terbawa dan menyisip ke mulut lusi sampai ujung kain. Bentuk sisir yang seperti selokan memanjang serta sub nozzle sebagai pembantu main nozzle, membuat benang pakan stabil ketika menyisip ke mulut lusi. Tekanan angin yang diberikan ke main nozzle dan sub nozzle diatur tekanannya sesuai kebutuhan dengan regulator angin. Dalam 1 satu gerakan pokok mesin tenun, di main nozzle dan sub nozzle angin membuka dan menutup bergantian diatur komputer melalui solenoid valve. Untuk panjang benang yang dibutuhkan dalam selebar kain diatur oleh feeder drum. 1 satu lebar kain sama dengan 3 tiga putaran di feeder drum. Setelah 3 tiga putaran, pin feeder drum akan membuka melepas benang pakan tersebut. Selain itu pula feeder drum berfungsi sebagai pengatur tegangan benang sebelum disisipkan ke mulut lusi. Rumus mencari diameter feeder drum untuk panjang benang pakan selebar kain adalah Diameter feeder drum = x 1,03 mm Pengaturan pengaktifan pembukaan tekanan angin pada peluncuran pakan dalam 1 satu gerakan pokok mesin tenun diatur 1. Pin feeder drum 80°-200° 2. Main nozzle 90°-190° 3. Grup sub nozzle I 110°-190° 4. Grup sub nozzle II 140°-220° 5. Grup sub nozzle III 170°-240° 6. Grup sub nozzle IV 170°-240° Standar tersebut sudah bisa menjalankankan mesin, namun setelah melihat jenis kain, cacat pakan, penghematan energi dan lain-lain, penyetelan dapat diberi variasi timing variation. Benang pakan dipastikan sampai keujung kain oleh sensor pendeteksi pertama, jadi apabila benang tidak sampai, maka mesin akan otomatis berhenti. Benang apabila terlalu panjang melebihi yang ditentukan, akan terdeteksi oleh sensor kedua, dan mesin akan otomatis berhenti pula. Sensor yang ada sangat sensitif dan bekerja pada sudut 200°-300° dalam 1 satu gerakan pokok mesin tenun. Otomatis Berhenti Pakan Putus weft stop motion Otomatis berhenti pakan putus di mesin menggunakan sensor cahaya, apabila ada benang pakan lewat didepannya, maka akan memberi masukan ke komputer. Komputer akan memproses apakah mesin berhenti atau tetap jalan. Sensor yang dipasang ada 2 dua buah, yaitu A. Sensor feeler H1 Sensor ini diatur bekerja pada sudut interval 200°-290° dalam 1 satu gerakan pokok. Di sudut itu benang pakan akan sampai diujung kain paling jauh. Sensor akan memastikan benang pakan selalu mencapai ujung kain dan menghentikan mesin apabila tidak sampai. B. Sensor feeler H2 Sensor ini di diatur bekerja pada sudut interval 200°-300° dalam 1 satu gerakan pokok. Sensor akan memastikan benang pakan tidak melewati batas yang diinginkan dan menghentikan mesin apabila ada yang melewati sensor. Otomatis Berhenti Lusi Putus warp stop motion Otomatis stop lusi putus pada mesin menggunakan dropper dan batang tembaga. Tiap benang lusi dimasukan dalam lubang dropper, dan apabila ada benang lusi putus, maka dropper jatuh dan menyentuh batang tembaga. Dengan sentuhan itu akan memberi masukan ke komputer untuk menghentikan mesin tenun. WATER JET LOOM Mesin tenun ini digunakan untuk benang-benang filament, karena benang filament mempunyai stretch yang tinggi, walaupun di paksakan di air jet bisa di jalankan, tetapi akan merusak peralatan yang ada karena bersifat sangat tajam dan menggores. Dengan water jet akan mampu mengantar benang dengan sempurna, karena tekanan air lebih kuat dari tekanan udara. Gambar sistem kerja Water Jer Loom Cara kerjanya, air dipompa dan di atur tekanannya dengan regulator untuk ditembakkan melalui nozzle untuk membawa benang pakan. Solenoid valve akan membuka tembakan air sesuai sudut interval penyisipan benang pakan mesin air jet loom. Sedangkan di water jet loom tidak memakai sub noozle karena tekanan air yang ditembakan sudah cukup kuat membawa benang pakan. Sisir yang dipakai adalah flat reed seperti mesin teropong, tidak seperti air jet loom yang berbentuk profile. Otomatis Berhenti Pakan Putus weft stop motion Hampi sama dengan air jet loom. Otomatis Berhenti Lusi Putus warp stop motion Water jet loom tidak memakai otomatis stop dropper, karena benang filament sangat kuat sehingga jarang sekali putus. Shedding Motion Tergantung kebutuhan, biasanya positif cam atau dobby RAPIER LOOM Rapier loom banyak digunakan sampai saat ini, mesin ini sangat cocok untuk menyisipkan benang-benang yang berat. Rapier loom ada 2 macam 1. Sistem tongkat Disini menggunakan benang pakan dibawa ujung tongkat dan diberikan atau disampaikan ke tongkat kedua kemudian setelah sampai di ujung, benang pakan akan dilepaskan dari tongkat kemudian baru mengalami pengetekan. Gambar rapier insertion system 2. Sistem rapier flexible Disini sama saja, hanya tongkat diganti sabuk atau rantai yang flexsible sehingga mesin tenun tidak terlalu lebar seperti rapier tongkat yang membutuhkan tempat yang lebar dan tidak nyaman untuk produksi kain tenun yang lebar. Untuk sistem seperti take up, let off dan lainnya sama dengan yang lain, sedangkan sistem otomatis pakan putus mirip dengan mesin shuttle. PROJECTILE LOOM Cara kerja mesin ini dengan cara menjepitkan benang pakan ke projectile dan ditembakkan ke ujung kain kemudian penjepit dilepaskan, benang mengalami pengetekan dan projectile kembali melalui jalan bawah untuk di pakai lagi. Kelebihannya sangat cocok untuk benang-benang berat dan memproduksi kain yang lebar. Gambar cara kerja projectile loom Untuk sistem seperti take up, let off dan lainnya sama dengan yang lain, sedangkan sistem otomatis pakan putus mirip dengan mesin shuttle. JACQUARD SYSTEM Jacquard adalah sistem pembuat mulut lusi yang paling banyak variasi anyamannya. Hal tersebut karena lusi naik-turun bergerak secara individu, sehingga tidak banyak pengulangan seperti sistem dobby apalagi cam. Variasi dobby maksimal rata-rata 18 heald frame, sedangkan jacquard bisa 300 lebih baru pengulangan. Kelebihan jacquard Masing-masing lusi dapat naik turun secara independent, sehinga bisa mwndapatkan corak anyaman yang lebih rumit rapor panjang dan tidak bisa dikerjakan dobby Dapat digunakan untuk macam-macam tenunan selain tenun biasa seperti handuk, taplak, korden dll Tipe benang, anyaman, warna mudah di variasi dan dikombinasikan di mesin, terutama yang sistem computer Tension lusi lebih merata daripada dengan dobby, karena tebal heald framenya sama. Klasifikasi mesin jacquard 1. Inggris pitch rentang ukura 100 s/d 600 needles 2. Ordinary jacquard single lift, centre shed jacquard, double lift 3. Prancis pitch vicenzi, verdol cocok untuk sutra Prinsip gerakan jacquard Gerakan dari mesin digunakan menggerakkan lever naik-turun dengan fulcrum. Ketika turun hook akan bebas, apabila needle ujungnya masuk lubang kartu, maka hook akan terbawa maju karena terkait lubang needle, sehingga ketika lever naik kembali, ujung hook akan mengait grief dan hook akan terbawa naik. Hook naik otomatis harness naik untuk menaikkan benang lusi juga. Bila tidak masuk lubang kartu, needle tidak terdorong, sehingga harness bebas dan tidak mengangkat lusi. Mesin jacquard modern menggunakan solenoid magnet sebagai penarik needle, sehingga kecepatan, pengaturan design lebih mudah lagi. Tidak perlu membuat lubang-lubang kartu, cukup membuat design dikomputer dan memasukkan data mesin, kemudian mesin jacquard bekerja sesuai instruksi yang diperintahkan. Hasil design juga bisa langsung dicoba dan dilihat dimesin tenun, karena tidak membutuhkan waktu yang lama.

bagian bagian mesin tenun dan cara kerjanya